Jum. Jun 18th, 2021

Indramayu adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang letaknya di sudut pesisir pantai utara Laut Jawa. Indramayu dikenal sebagai penghasil buah mangga. Karenanya sering disebut sebagai Kota Mangga.

Sebagai Kota Mangga, tidak aneh jika di Indramayu banyak jenis buah mangga di daerah ini. Jenis mangga Harum Manis, Gedong Gincu, Cengkir, dan puluhan jenis lainnya cukup mendominasi. Belakangan, ada jenis mangga varietas baru karya petani Indramayu. Namanya mangga Agrimania Nunuk.

Saat ini mangga Agrimania Nunuk menjadi fenomenal, karena hanya ditemukan di Indramayu. Apa yang membuat fenomenal? Tidak lain adalah karena ukurannya yang cukup besar dan harga yang cukup tinggi.

Satu biji mangga Agrimania Nunuk ada yang mencapai 1,2 kilogram hingga 2 kilogram. Rasanya juga manis, dengan tekstur daging lembut dan beraroma harum, kulitnya halus dan bijinya tipis. Untuk satu kilogram mangga Agrimania Nunuk dihargai Rp 40.000 (harga di kebun). Sementara harga jual di Jakarta Rp 50.000/kg. Bahkan di supermarket di Jakarta, harga mangga Agrimania Nunuk mencapai Rp 80.000/kg.

Menurut H Urip, petani penangkar benih dan bibit asal Desa Nunuk Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, pada tahun 2011 dirinya berhasil menemukan jenis induk mangga lokal baru, yaitu mangga Agrimania Nunuk.

Namun, baru pada tanggal 26 Desember 2019 lalu ditetapkan sebagai varietas unggulan baru oleh Kementerian Pertanian, dan dilepas secara nasional.

“Ini termasuk mangga premium dengan kualitas tinggi, makanya harganya mahal,” ujar H Urip, saat menerima kunjungan Pjs. Bupati Indramayu di lokasi kebun mangga di Kawasan Agrowisata Situ Bolang, Desa Jatisura Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Kamis (12/11/2020) lalu.

H Urip mengungkapkan, produksi buah mangga Agrimania Nunuk masih terbatas. Saat ini hanya bisa memenuhi permintaan pasar di Jakarta saja.

“Kami baru bisa mengirim ke Jakarta 250 kilogram per minggu, padahal permintaan cukup banyak. Jadi prospek pasar mangga Agrimania Nunuk ini masih terbuka luas,” ujar pria yang pernah duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Indramayu pada tahun 2000.

Inovasi yang dilakukan H Urip ini memang luar biasa. Mangga Agrimania Nunuk sekarang semakin banyak peminatnya. Pengunjung dari luar kota, bahkan luar Jawa banyak yang berdatangan, ingin melihat langsung dan membeli mangga Agrimania Nunuk.

Mulai dari perorangan, pengusaha, pebisnis, penghobi tanaman, komunitas pecinta holtikultura, dan yang lainnya. Banyak juga yang melakukan transaksi secara online.

Saat ini H Urip juga tidak hanya melayani penjualan buah mangga Agrimania Nunuk ketika panen. Ia juga menjual bibit tanaman mangga Agrimania, yang bisa dilayani setiap saat. Peluang usaha bibit tanaman mangga Agrimania Nunuk ini juga cukup menjanjikan. Di lahan seluas 15 hektare, ia bertanam mangga Agrimania Nunuk, dan sejumlah tanaman buah lainnya.

Harga bibit tanaman mangga Agrimania Nunuk ternyata juga lumayan tinggi. Bervariasi tergantung ukuran. Ada yang Rp150 ribu per batang, Rp250 ribu per batang, Rp500 ribu per batang, hingga Rp1,5 juta per batang untuk yang sudah mulai berbuah.

Untuk memenuhi kebutuhan permintaan bibit mangga Agrimania Nunuk dari berbagai daerah, tim Agrimania Flora telah menangkar dan melakukan proses pembibitan tanaman mangga Agrimania yang siap untuk didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia.

Pjs. Bupati Indramayu Bambang Tirtoyuliono sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan H Urip. Ia mengaku bangga dengan penemuan varietas mangga Agrimania Nunuk oleh petani Indramayu. Ia berharap kedepan produksi mangga Agrimania Nunuk semakin berkembang.

Dikatakan, pihaknya juga telah melakukan fasilitasi agar bibit mangga Agrimania Nunuk ini mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Pertanian.

“Dengan adanya sertifikasi, diharapkan pembeli tidak ragu lagi untuk membeli bibit tanaman mangga Agrimania Nunuk, yang asli berasal dari Indramayu,” tegasnya.

Bambang menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 saat ini, kandungan gizi yang terdapat dalam mangga Agrimania Nunuk ini diharapkan bisa meningkatkan imunitas tubuh untuk yang mengkonsumsinya. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai ketahanan ekonomi bagi para petani mangga di Kabupaten Indramayu. *(Aa DENI/DEDY/Diskominfo Indramayu)*