Camat Iim Nurahim Melakukakan Sidak Apotek diwilayah Kecamatan Jatibarang

Camat Iim Nurahim Melakukakan Sidak Apotek diwilayah Kecamatan Jatibarang

Spread the love

Mengantisipasi adanya penjualan obat sirup yang sedang dilarang beredar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia (BPOM RI),

Bupati Indramayu Nina Agustina telah menginstruksikan kepada para Camat dan Kepala Puskesmas untuk melakukan monitoring pada Apotek dan Toko obat yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Indramayu. Langkah ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
(Kemenkes RI) nomor : SR-01.05/III/3461/2022 tanggal 18 Oktober 2022 Hal Kewajiban penyelidikan epidemiologi

dan pelaporan kasus gangguan ginjal akut atipikal pada anak.
Seperti yang dilakukan oleh Camat Jatibarang, IIM Nurahim, S.Sos.,MSi. bersama Kepala Puskesmas (Kapus) Jatibarang dan Kapus Jatisawit lakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Apotik dan Toko Obat yang ada diwilayah Kecamatan Jatibarang.

“Kegiatan ini adalah untuk memastikan bahwa apotek dan toko obat tidak menjual obat sirup yang sesuai ketentuan
Pemerintah sementara ini sedang dilarang beredar,” kata Camat Jatibarang, Senin (24/10/2022).
Pelaksanaan penertiban ini sesuai arahan dan instruksi dari

Ibu Bupati Indramayu, ibu Hj. Nina Agustina Da’i Bachtiar, SH. MH. CRA.,
tentang pelarangan beredarnya obat sirup sesuai surat edaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor : SR. 0105/III/3461/2022. Imbuhnya, Tampak Camat Iim Nurahim, bersama Kepala Puskesmas (Kapus) Jatibarang dan Kapus Jatisawit keluar masuk Apotek dan Toko obat untuk mensosialisasikan instruksi ini, dan untuk memastikan tidak ada obat sirup yang dilarang oleh BPOM RI beredar diwilayahnya.
Sebelumnya diketahui, peredaran obat sirup ramai viral dilarang oleh Badan Pengawas
Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI), dan kini pengawasannya pun akhirnya tampak mulai diperketat.

Pelarangan obat sirup ini terjadi karena obat sirup tersebut diketahui telah tercemar bahan berbahaya etilen glikol yang melebihi ambang batas, dan membahayakan bagi kesehatan.

“Demi kesehatan, masyarakat agar dapat mematuhi himbauan dari Pemerintah untuk
tidak mengkonsumsi obat jenis sirup terlebih dahulu, karena saat ini, BPOM RI
sedang melarang penggunaannya,” ucap Camat Iim Nurahim,S.Sos.,M.Si.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *